Image and video hosting by TinyPic

Selasa, 07 Mei 2013

Struktur Kurikulum 2013

Delicious Digg StumbleUpon Reddit Subscribe to RSS Feed

Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.
Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.



Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan.
Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013
ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.
Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.
Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.
Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.
Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang.

Jumat, 30 Juli 2010

Komponen Kurikulum

Delicious Digg StumbleUpon Reddit Subscribe to RSS Feed


Struktur Kurikulum meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.
Pengorganisasian kelas dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh seluruh peserta didik, dan kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang terdiri atas tiga jurusan : (1) Program Ilmu Alam, (2) Program Ilmu Pengetahuan Sosial, dan (3) Program Bahasa.
Selanjutnya struktur kurikulum SMA Negeri 1 Banjar sesuai table berikut ini :

KOMPONENALOKASI WAKTU
Klas XIKlas XII
Semester 1Semester 2Semester 1Semester 2
A. MATA PELAJARAN
1. Agama2222
2. Kewarganegaraan2222
3. Bahasa Indonesia4442
4. Bahasa Inggris4444
5. Matematika5*)5*)5*)5*)
6. Fisika5*)5*)44
7. Kimia445*)5*)
8. Biologi4444
9. Sejarah1111
10. Seni Budaya/td>2222
11. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan2222
12. Tekhnologi Informasi dan Komunikasi2222
13. English For Tourism2222
B. MUATAN LOKAL
14. Bahasa Bali2222
15. Budi Pekerti1*)1*)1*)1*)
C. PENGEMBANGAN DIRI2**)2**)2**)2**)
J U M L A H42424242


Kelas XI dan Kelas XII Program Bahasa

KOMPONENALOKASI WAKTU
Klas XIKlas XII
Semester 1Semester 2Semester 1Semester 2
A. MATA PELAJARAN
1. Agama2222
2. Kewarganegaraan2222
3. Bahasa Indonesia5555
4. Bahasa Inggris6*)6*)6*)6*)
5. Matematika3333
6. Sastra Indonesia4444
7. Bahasa Jepang4444
8. Antropologi3*)3*)3*)3*)
9. Sejarah2222
10. Seni Budaya/td>2222
11. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan2222
12. Tekhnologi Informasi dan Komunikasi2222
13. English For Tourism2222
B. MUATAN LOKAL
14. Bahasa Bali2222
15. Budi Pekerti1*)1*)1*)1*)
C. PENGEMBANGAN DIRI2**)2**)2**)2**)
J U M L A H42424242


Kelas XI dan Kelas XII Program Ilmu Pengetahuan Sosial


KOMPONENALOKASI WAKTU
Klas XIKlas XII
Semester 1Semester 2Semester 1Semester 2
A. MATA PELAJARAN
1. Agama2222
2. Kewarganegaraan2222
3. Bahasa Indonesia4444
4. Bahasa Inggris4444
5. Matematika445*)5*)
6. Sejarah3333
7. Geografi3333
8. Ekonomi5*)5*)5*)5*)
9. Sosiologi4*)4*)33
10. Seni Budaya/td>2222
11. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan2222
12. Tekhnologi Informasi dan Komunikasi2222
13. English For Tourism2222
B. MUATAN LOKAL
14. Bahasa Bali2222
15. Budi Pekerti1*)1*)1*)1*)
C. PENGEMBANGAN DIRI2**)2**)2**)2**)
J U M L A H42424242

*) Setelah ditambah 1 jam pelajaran
**) Ekivalen 2 jam pelajaran

Muatan KTSP

Delicious Digg StumbleUpon Reddit Subscribe to RSS Feed

1. Mata Pelajaran
Muatan kurikulum SMA Negeri 1 Banjar meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII. Keluasan dan kedalaman setiap mata sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang termuat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi.
Mata pelajaran dan alokasi waktu untuk masing-masing jenjang dan program disajikan dalam tabel berikut :


MATA PELAJARANKELAS/SEMESTER
Klas XKlas XIKlas XII
Smt. 1 Smt. 2 Smt. 1 Smt. 2 Smt. 1 Smt. 2
A. MATA PELAJARAN
1. Pendidikan Agama22222
2. Pendidikan Kewarganegaraan22222
3. Bahasa Indonesia44444
4. Bahasa Inggris44444
5. Matematika45555
6. Fisika35544
7. Biologi34444
8. Kimia34455
9. Sejarah11111
10. Geografi1----
11. Ekonomi2----
12. Sosiologi2----
13. Seni Budaya22222
14. Antropologi-----
15. Sastra Indonesia-----
16. Bahasa Jepang-----
17. Pendidikan Jasmani, Olah Raga Dan Kesehatan22222
18. Tekhnologi Informasi Dan Komunikasi22222
19. English For Tourism22222
20. Bahasa Bali22222
21. Budi Pekerti11111
J U M L A H42424242


Rabu, 23 Juni 2010

Seputar SMA Negeri 1 Banjar

Delicious Digg StumbleUpon Reddit Subscribe to RSS Feed

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan pencerahan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Berbagai paradigma baru menyangkut guru, proses pembelajaran dan elemen-elemen penting dalam pendidikan dimuat dalam undang-undang tersebut. Dalam Pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 itu dijelaskan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Untuk mewujudkan tujuan yang kompleks tersebut, Pemerintah menetapkan standar nasional pendidikan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam peraturan pemerintah ini dijelaskan bahwa Standar Nasional Pendidikan meliputi: 1) standar isi, 2) standar kompetensi lulusan, 3) standar proses 4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, 5) standar sarana dan prasarana, 6) standar pengelolaan, 7) standar pembiayaan, dan 8) standar penilaian pendidikan. Melalui Standar Nasinal Pendidikan, sekolah dapat “berkaca diri” sejauh mana setiap standar pendidikan dicapainya.

SMA Negeri 1 Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, terletak di sebelah utara Pulau Bali. Lokasi SMA Negeri 1 Banjar terletak di Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, suatu daerah pegunungan dengan suhu sejuk yang cendrung dingin dan di jalur Singarja - Denpasar melalui Bedugul. Kondisi geografis yang demikian merupakan “tantangan” sekaligus “peluang” bagi warga sekolah untuk mengantisipasi berbagai pengaruh negatif yang datang dari luar sekolah. Pengaruh negatif ini, berasal dari lingkungan masyarakat yang berada jauh dari kota, sehingga pendidikan belum mendapatkan prioritas utama sebagai salah satu penentu kualitas sumber daya manusia.

Warga masyarakat, termasuk orang tua siswa mayoritas berprofesi sebagai petani. Ada beberapa sektor pertanian yang diunggulkan oleh masyarakat, yaitu cengkeh dan kopi. Dari segi keadaan ekonomi masyarakat, warga masyarakat Kecamatan Banjar pada umumnya dan Desa Banyuatis pada khususnya, jika dirata-ratakan dikategorikan kelas menengah ke bawah.

SMA Negeri 1 Banjar merupakan salah satu dari dua SMA yang ada di wilayah Kecamatan Banjar, Kabupaten Bulelng, Provinsi Bali. Ditinjau dari kondisi geografis dan posisi strategis SMA Negeri 1 Banjar, maka merupakan SMA yang memasok siswa dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Banjar, Busungbiu, dan Seririt. Beberapa desa dari Kecamatan Banjar yang menjadi pemasok siswa adalah Desa Banyuatis, Kayuputih, Munduk, Gesing, Gobleg, Tirtasari, dan Pedawa. Dari Kecamatan Busungbiu, meliputi Desa Umejero, Bengkel, Busungbiu, Pelapuan, dan Kekeran. Sedangkan dari Kecamatan Seririt, meliputi Desa Gunungsari, Bestala, Munduk Bestala, Mayong, dan Rangdu.

Dengan kondisi seperti ini, dari tahun ketahun animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SMA Negeri 1 Banjar semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari data 2 tahun terakhir, seperti pada tabel berikut:

2008/2009

2009/2010

Terdaftar

Diterima

Terdaftar

Diterima

219

182

233

208

Dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah, terhadap penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Banjar cukup baik. Pemerintah pusat melalui dana dekonstrasi Propinsi Bali, Seperti bantuan tiga tahun terakhir, yaitu memberikan bantuan secara berkelanjutan, seperti pengadaan ruang kelas baru dan aula, pengadaan gedung laboratorium Biologi dan Bahasa. Sedangkan dari Pemerintah Kabupaten Bueleleng, memberikan bantuan pemeliharaan berupa penggantian lantai dengan keramik, dan penyenderan serta penembokan lingkungan sekolah.

Berbagai dukungan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Banjar. Pada tahun 2009 ini SMAN 1 Banjar memasuki tahun pertama sebagai Rintisan Sekolah Kategori Mandiri (RSKM), berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng Nomor: 420/1309/Disdik/2009. Oleh karena itu, terus SMAN 1 Banjar bertekad untuk terus meningkatkan kualifikasinya menjadi SKM, RSBI, dan SBI.


 

. Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha